Senin, 19 Januari 2009

Aktivis Muhammadiyah Mengaku Diteror

Fajlurrahman Jurdi, salah satu Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Selatan melapor ke Polsekta Tamalanrea, Sabtu (17/1) malam terkait teror dan pemukulan yang ia alami sehari sebelumnya di salah satu warnet di depan pintu satu Kampus Unhas, Tamalanrea.

Laporannya diterima Bripka Haris.

Fajlurrahman menyebutkan, ia mengenal pelaku dan organisasi pelaku dengan baik namun enggan merinci identitas orang itu.
Korban merasa teror dan penganiayaan yang dialaminya itu terkait tulisannya yang mengkritik salah satu partai politik berbasis Muslim pada kolom opini di Tribun Timur edisi 7 Januari 2009.
Saat itu, pelaku sempat menjentik kepalanya. Bahkan ia diajak adu fisik oleh pelaku, Fajlur menolak tantangan tersebut.
Si pelaku sempat berkata,"Kau tahu-ji salahmu?" Fajlur lalu mencoba menebak maksud ucapan pelaku.
"Mungkin karena saya tulisan saya di opini Tribun," katanya. Lalu pelaku itu berkata lagi, "Kau tahu-ji padeng salahmu."


Fajlurrahman melapor ke polisi karena ia tidak bisa menerima perlakuan orang tersebut. Apalagi, teror dan perlakuan itu membuat ia tidak nyaman. Saat dihubungi Sabtu pekan lalu, Fajlur masih dimintai keterangannya di Polsekta Tamalanrea.

Pembunuhan Demokrasi

PAKAR komunikasi yang juga dosen Universitas Hasanuddin Dr Hasrullah sangat menyayangkan kejadian yang menimpa Fajlurrahman Jurdi.
"Fajlur hanya mengeluarkan pendapatnya dengan kekuatan intelektual melalui hasil pemikirannya di koran. Kekuatan berpikir harus dilawan juga dengan kekuatan berpikir bukan dengan adu fisik atau teror," jelas staf ahli pada Dewan Pertimbangan Presiden RI itu. (aw)


disadur dari www.tribun-timur.com

2 komentar:

  1. tulisannya memang tentang apa..?? boleh dikasih berita tentang tulisan itu...

    BalasHapus
  2. tentang aksi salah satu parpol yang prihatin dengan konflik di Gaza, Palestina. Anda bisa liat di www.tribun-timur.com di bagian opini

    BalasHapus