ATMOSFER '09 atau Ajang Kreativitas Mahasiswa Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar berlangsung meriah. Acara yang digelar mulai tanggal 17 hingga 19 Februari ini dihadiri oleh 30 regu yang berasal dari SMA/SMK/MA Se-Kota Makassar dan Pamminasata (Pangkep, Maros, Sungguminasa, Takalar). Di dalam kegiatan ini digelar berbagai kegiatan pendukung dan beberapa item lomba yang memperebutkan Piala Bergilir Rektor Unismuh Makassar. Diantaranya, lomba debat, lomba musikalisasi puisi, lomba mading dan berbagai varian lomba yang menuntut kreativitas para peserta. Kemeriahan kegiatan ini juga dilengkapi dengan acara MAGMA (Malam Anugrah Mahasiswa Fisika)yang digelar pada Kamis malam bertempat di Auditorium Universitas Muhammadiyah Makassar
"Kegiatan ini kami maksudkan untuk menggali kreativitas mahasiswa pada khususnya dan pelajar pada umumnya" ujar Dian Pramana Putra, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pend. Fisika Unismuh Makassar. Dalam acara ini juga digelar Physics Open Day dan Pameran Pendidikan Se-Unismuh Makassar. Menurut Dian, Physics Open Day dan Pameran Pendidikan ini digelar dalam rangka mempromosikan Jurusan Pend. Fisika sekaligus memberikan pengetahuan seputar pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar kepada para peserta yang sebagian besar berasal dari daerah di Sulawesi Selatan. "Sebagai jurusan yang baru di buka, kami berharap setelah kegiatan ini, para dapat mengetahui tentang keberadaan program studi ini dan berminat untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi Muhammadiyah ini" ungkap mahasiswa semester 5 ini.
Ditemui di tempat terpisah, Junandar Syamsuddin, Ketua Panitia ATMOSFER '09 Prodi Pend. Fisika mengatakan acara ini merupakan kegiatan yang pertama kali di gelar di lingkungan Prodi Pend. Fisika. "Tentunya kegiatan ini merupakan sesuatu yang sangat spesial, untuk itu panitia berusaha semaksimal mungkin untuk menyukseskan kegiatan ini" ungkapnya. Kegiatan ini juga disponsori oleh 3 CELULAR, VITAZONE, CEREBROVIT, ERLANGGA, dan berbagai media parnert seperti Fajar TV dan Tribun Timur. "Kita berharap kemeriahan kegiatan ini dapat terus berlangsung di masa yang akan datang dan lebih baik lagi tentunya" ujar mahasiswa yang juga asisten lab. fisika ini.
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Februari 2009
Senin, 19 Januari 2009
HIMAFIKA Gelar Tiga Event Sekaligus
Bulan ini akan menjadi bulan yang sangat sibuk di lingkup jurusan Pend. Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar. Betapa tidak, beberapa event akan meramaikan perjalanan di awal tahun 2009 kali ini. Dian Pramana Putra, Ketua Himaprodi Pend. Fisika ketika dikonfirmasi di ruangannya mengatakan bahwa aktivitas di fisika bulan ini akan sangat padat. "Ada beberapa acara yang akan kita gelar pada bulan ini yakni Penerbitan Jurnal Sains, ATMOSFIR, dan MAGMA yang kesemuanya akan melibatkan seluruh mahasiswa fisika bahkan mahasiswa dari luar jurusan pendidikan fisika".
Ketika ditanya tentang apa tujuan dari seluruh kegiatan tersebut, Dian, sapaan akrab beliau, mengatakan bahwa pada hakikatnya kegiatan ini selain merupakan program kerja pengurus periode kali ini juga menjadi ajang adu bakat dan pemberdayaan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa fisika. "Kami melihat di fisika banyak talenta-talenta muda yang belum nampak di permukaan. Untuk itu melalui kegiatan ini kami berharap kegiatan ini mampu mengeksplorasi seluruh potensi yang dimiliki oleh rekan-rekan mahasiswa.
Penerbitan Jurnal Sains sendiri menurut Mahasiswa Angkatan 06 ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakat mahasiswa di bidang tulis menulis dan jurnalistik yang nantinya penerbitannya akan dibagikan ke seluruh warga fisika. Sedangkan untuk ATMOSFIR, kegiatan ini dihadirkan untuk mengadu talenta berkesenian dan bakat ilmiah mahasiswa. Dalam acara ini akan dilakukan ajang kompetisi mading, musikalisasi puisi dan drama. Kegiatan ini juga akan dilengkapi oleh pameran pendidikan. "Untuk MAGMA sendiri, kegiatan ini dikhususkan untuk mengapresiasi bakat dan memberikan penghargaan bagi mereka yang berhasil mengukir prestasi, baik dari kalangan mahasiswa hingga dosen" tutupnya. (aw)
Ketika ditanya tentang apa tujuan dari seluruh kegiatan tersebut, Dian, sapaan akrab beliau, mengatakan bahwa pada hakikatnya kegiatan ini selain merupakan program kerja pengurus periode kali ini juga menjadi ajang adu bakat dan pemberdayaan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa fisika. "Kami melihat di fisika banyak talenta-talenta muda yang belum nampak di permukaan. Untuk itu melalui kegiatan ini kami berharap kegiatan ini mampu mengeksplorasi seluruh potensi yang dimiliki oleh rekan-rekan mahasiswa.
Penerbitan Jurnal Sains sendiri menurut Mahasiswa Angkatan 06 ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakat mahasiswa di bidang tulis menulis dan jurnalistik yang nantinya penerbitannya akan dibagikan ke seluruh warga fisika. Sedangkan untuk ATMOSFIR, kegiatan ini dihadirkan untuk mengadu talenta berkesenian dan bakat ilmiah mahasiswa. Dalam acara ini akan dilakukan ajang kompetisi mading, musikalisasi puisi dan drama. Kegiatan ini juga akan dilengkapi oleh pameran pendidikan. "Untuk MAGMA sendiri, kegiatan ini dikhususkan untuk mengapresiasi bakat dan memberikan penghargaan bagi mereka yang berhasil mengukir prestasi, baik dari kalangan mahasiswa hingga dosen" tutupnya. (aw)
PWPM Sulsel Sesalkan Intimidasi Kadernya
Buntut teror dan intimidasi yang dilakukan oleh salah seorang oknum anggota partai politik terhadap Fajlurrahman, berbuah kecaman oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sulsel.
PW Pemuda Muhammadiyah meminta kepada semua pihak yang merasa dirugikan dengan tulisan opini yang dibuat Fajlurrahman agar menanggapinya secara ilmiah,karena yang dilakukan Fajulurrahman adalah bentuk kebebasan ilmiah yang dijamin undang-undang.Demikian disampaikan juru bicara PW Pemuda Muhammadiyah Sulsel Rachmansyah kepada Tribun, Senin (19/1). "Tindakan premanisme yang dipertontonkan terhadap hasil karya intelektual, apalagi dalam bingkai demokrasi seperti saat ini adalah bentuk premanisme demokrasi," kata Rachmansyah.
Rachmansyah menyebut oknum tersebut sebagai pecundang demokrasi yang melakukan perbuatan yang tidak terpuji, tidak bermoral, dan mencerminkan kontra demokrasi. "Saya justeru mempertanyakan kapasitas nilai demokrasi yang dimiliki oknum tersebut," kata Rachmansyah.
Pemuda Muhammadiyah berharap agar tindakan intimidasi tersebut bukan mencerminkan sikap partai oknum tersebut. Karena itu, PW Pemuda Muhammadiyah Sulsel meminta parpol tersebut memberi klarifikasi dalam kurun waktu 1 x 24 jam. (aw)
disadur dari www.tribun-timur.com
Aktivis Muhammadiyah Mengaku Diteror
Fajlurrahman Jurdi, salah satu Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Selatan melapor ke Polsekta Tamalanrea, Sabtu (17/1) malam terkait teror dan pemukulan yang ia alami sehari sebelumnya di salah satu warnet di depan pintu satu Kampus Unhas, Tamalanrea.
Laporannya diterima Bripka Haris.
Fajlurrahman menyebutkan, ia mengenal pelaku dan organisasi pelaku dengan baik namun enggan merinci identitas orang itu.
Korban merasa teror dan penganiayaan yang dialaminya itu terkait tulisannya yang mengkritik salah satu partai politik berbasis Muslim pada kolom opini di Tribun Timur edisi 7 Januari 2009.
Saat itu, pelaku sempat menjentik kepalanya. Bahkan ia diajak adu fisik oleh pelaku, Fajlur menolak tantangan tersebut.
Si pelaku sempat berkata,"Kau tahu-ji salahmu?" Fajlur lalu mencoba menebak maksud ucapan pelaku.
"Mungkin karena saya tulisan saya di opini Tribun," katanya. Lalu pelaku itu berkata lagi, "Kau tahu-ji padeng salahmu."
Fajlurrahman melapor ke polisi karena ia tidak bisa menerima perlakuan orang tersebut. Apalagi, teror dan perlakuan itu membuat ia tidak nyaman. Saat dihubungi Sabtu pekan lalu, Fajlur masih dimintai keterangannya di Polsekta Tamalanrea.
Pembunuhan Demokrasi
PAKAR komunikasi yang juga dosen Universitas Hasanuddin Dr Hasrullah sangat menyayangkan kejadian yang menimpa Fajlurrahman Jurdi.
"Fajlur hanya mengeluarkan pendapatnya dengan kekuatan intelektual melalui hasil pemikirannya di koran. Kekuatan berpikir harus dilawan juga dengan kekuatan berpikir bukan dengan adu fisik atau teror," jelas staf ahli pada Dewan Pertimbangan Presiden RI itu. (aw)
disadur dari www.tribun-timur.com
Laporannya diterima Bripka Haris.
Fajlurrahman menyebutkan, ia mengenal pelaku dan organisasi pelaku dengan baik namun enggan merinci identitas orang itu.
Korban merasa teror dan penganiayaan yang dialaminya itu terkait tulisannya yang mengkritik salah satu partai politik berbasis Muslim pada kolom opini di Tribun Timur edisi 7 Januari 2009.
Saat itu, pelaku sempat menjentik kepalanya. Bahkan ia diajak adu fisik oleh pelaku, Fajlur menolak tantangan tersebut.
Si pelaku sempat berkata,"Kau tahu-ji salahmu?" Fajlur lalu mencoba menebak maksud ucapan pelaku.
"Mungkin karena saya tulisan saya di opini Tribun," katanya. Lalu pelaku itu berkata lagi, "Kau tahu-ji padeng salahmu."
Fajlurrahman melapor ke polisi karena ia tidak bisa menerima perlakuan orang tersebut. Apalagi, teror dan perlakuan itu membuat ia tidak nyaman. Saat dihubungi Sabtu pekan lalu, Fajlur masih dimintai keterangannya di Polsekta Tamalanrea.
Pembunuhan Demokrasi
PAKAR komunikasi yang juga dosen Universitas Hasanuddin Dr Hasrullah sangat menyayangkan kejadian yang menimpa Fajlurrahman Jurdi.
"Fajlur hanya mengeluarkan pendapatnya dengan kekuatan intelektual melalui hasil pemikirannya di koran. Kekuatan berpikir harus dilawan juga dengan kekuatan berpikir bukan dengan adu fisik atau teror," jelas staf ahli pada Dewan Pertimbangan Presiden RI itu. (aw)
disadur dari www.tribun-timur.com
Langganan:
Postingan (Atom)